Studi Global Burden of Disease, kolaborasi ilmiah terbesar di dunia mengenai kesehatan masyarakat – memperlihatkan tren terbaru dalam masalah-masalah penyakit, kematian dan berbagai faktor risiko lainnya yang mengakibakan buruknya kondisi kesehatan
Usia harapan hidup terus membaik bagi sebagian besar orang Indonesia, namun sejumlah penyakit masih menjadi penyebab tingginya angka kematian dini di Indonesia.
Indonesia telah mencatat kemajuan besar selama 25 tahun terakhir. Indonesia telah berhasil meningkatkan usia harapan hidup, dan menurunkan beban kesehatan dari masalah penyakit TBC, neonatal pada kelahiran premature, serta penyakit-penyakit diare.
Namun demikian, peningkatan beban dari penyakit-penyakit mematikan dan dapat dicegah seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes patut tetap diperhatikan.
“Memerangi penyakit-penyakit ini membutuhkan komitmen, fokus dan investasi,” kata Dr Soewarta Kosen, Komisi Penelitian Ilmiah – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam keterangannya, Jumat (15/9/2017).
Studi Global Burden of Disease (Studi Beban Penyakit) tahunan untuk tahun ini terdiri dari lima makalah yang juga diterbitkan secara bersamaan pada hari ini dalam The Lancet, sebuah jurnal medika internasional.
Kelima laporan tersebut menampilkan analisa yang mendalam mengenai usia harapan hidup dan angka kematian, penyebab kematian, studi beban penyakit secara keseluruhan, usia hidup dalam disabilitas, serta faktor-faktor resiko yang menyebabkan masalah kesehatan.
Temuan penting seputar kondisi kesehatan di Indonesia, antara lain seorang pria Indonesia yang lahir di tahun 2016 memiliki kesempatan untuk hidup hingga ia berusia 69,8 tahun, lebih lama 2,4 tahun dibandingkan pada satu dekade lalu.
Sedangkan seorang wanita akan dapat hidup hingga ia berusia 73,6 tahun, yang berarti lebih lama 3,4 tahun, dibandingkan pada tahun 2006.
Namun demikian, berbagai penyakit dan cedera dapat mengurangi usia harapan hidup sehat.
Seorang pria yang lahir di tahun 2016, hanya akan dapat hidup hingga sekitar 61,8 tahun dalam keadaan sehat, dan seorang wanita hingga 64,2 tahun.
Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan Australia dalam hal usia harapan hidup sehat.
Para peneliti menganggap peningkatan kondisi kesehatan secara global ini berhubungan dengan semakin membaiknya tingkat pendidikan para ibu, peningkatan pendapatan per kapita.
Kemudian menurunnya tingkat kesuburan, semakin membaiknya program-program pemberian vaksinasi, penyebaran kelambu berinsektisida, peningkatan kebersihan air dan sanitasi, serta sejumlah program kesehatan yang didanai oleh para pemberi dana yang ditujukan untuk peningkatan dan perbaikan kesehatan.
“Kematian merupakan motivator yang sangat kuat, baik bagi perorangan maupun pemerintah setiap negara, untuk segera menangani penyakit-penyakit yang telah membunuh kita dengan angka kematian yang sangat tinggi,” tambah Dr. Christopher Murray, Director of the Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington.
Tetapi, kata dia masih perlu tambahan motivasi untuk menangani dan mengatasi masalah-masalah yang menyebabkan timbulnya penyakit. ‘Tiga serangkai’ – obesitas, konflik dan kesehatan mental, termasuk penyalahgunaan obat – merupakan kendala utama yang mengancam gaya hidup sehat dan aktif.
Walaupun terjadi perkembangan dan kemajuan dalam hal pengurangan angka kematian, ‘tiga serangkai masalah kesehatan’ – obesitas, konflik dan kesehatan mental termasuk penyalahgunaan obat-obatan tetap membebani pencapaian kemajuan lebih jauh.Tetapi, kata dia masih perlu tambahan motivasi untuk menangani dan mengatasi masalah-masalah yang menyebabkan timbulnya penyakit. ‘Tiga serangkai’ – obesitas, konflik dan kesehatan mental, termasuk penyalahgunaan obat – merupakan kendala utama yang mengancam gaya hidup sehat dan aktif.
Walaupun terjadi perkembangan dan kemajuan dalam hal pengurangan angka kematian, ‘tiga serangkai masalah kesehatan’ – obesitas, konflik dan kesehatan mental termasuk penyalahgunaan obat-obatan tetap membebani pencapaian kemajuan lebih jauh.
Hanya empat dari 20 penyebab disabilitas pada tahun 2016, yaitu: stroke, COPD (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), diabetes dan kehilangan keseimbangan (falls) -- yang juga merupakan penyebab utama dari kematian.
Sebagai tambahan, berbagai kondisi utama di tahun 2016 yang membuat orang-orang menjadi sakit, namun tidak terlalu fatal adalah: nyeri pinggang bawah, sakit kepala dan migren, hilang pendengaran, anemia dan kurang zat besi, serta depresi berat.
Didirikan tahun 2007, the Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) merupakan pusat riset kesehatan global independen di Universitas Washington, Seattle yang menyajikan hasil pengamatan yang sangat cermat dan berimbang mengenai masalah-masalah kesehatan penting di seluruh dunia
Sumber : http://www.tribunnews.com/kesehatan/2017/09/15/usia-harapan-hidup-bertambah-namun-angka-kematian-penyakit-jantung-stroke-dan-diabetes-meningkat
